Tampilkan postingan dengan label KERAJINAN BAHAN KERAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KERAJINAN BAHAN KERAS. Tampilkan semua postingan

06/06/17

Kalung Kerajinan Dari Kerang

Kalung merupakan aksesoris bagi kaum adam dan hawa yang sangat umum digunakan dan kita jumpai. Berbagai jenis kalung saat ini sudah banyak jenisnya, dan juga sangat beragam motif dan bentuknya. Bahan-bahan untuk membuat kalung sampai saat ini pun juga mengalami perkembangan. Kita sebut saja salah satunya adalah kerang .

Kerajinan dari kerang yang satu ini sangatlah mudah cara membuatnya dan akan menghasilkan sebuah karya yang unik dan menarik.

Buat menunjang penampilan agar penampilan kita tidak terlalu polos, biasanya kita menggunakan aksesoris pelengkap yang disesuaikan dengan warna yang senada dengan warna baju yang dikenakan.

Tapi, akan cukup banyak aksesoris yang dibeli jika setiap hari berganti-ganti. Nah, untuk menyiasatinya, bagaimana jika kita mencoba membuat sendiri aksesoris favorit kita. Yang bahan utamanya adalah kerang laut.

Alat dan Bahan:
1. Tali berwarna
2. Kulit kerang sebagai liontin, bisa juga menggunakan liontin lain sesuai dengan selera
3. Gunting

 Cara membuat:
1. Gunting tali seukuran panjang kalung yang ingin dipakai, lebihkan 10 cm untuk membuat motif anyamannya.
2. Buat beberapa motif anyaman di sepanjang tali.
3. Masukan kulit kerang sebagai liontin yang memiliki sedikit berat untuk menarik tali agar membentuk kalung.
4. Ikatkan ujung-ujung tali.
5. Kalung handmade siap dipakai.




















Kalung Kerajinan Dari Kerang





sumber http://www.larizo.com/kalung-kerajinan-dari-kerang/

Potensi dan Analisa Bisnis Kerajinan Bambu

 bisnis kerajinan bambu Potensi dan Analisa Bisnis Kerajinan Bambu.
Melimpahnya persediaan pohon bambu di Indonesia ternyata bisa dijadikan sebagai peluang usaha baru yang cukup menjanjikan. Jika selama ini masyarakat luas hanya memanfaatkan batang bambu sebagai bahan bangunan rumah, kini bambu bisa disulap menjadi aneka kerajinan cantik dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Misalnya saja seperti aneka peralatan rumah tangga dari mulai alat makan, tambir, tempat tisu, tempat buah, lampu hias, pigura, serta beberapa hiasan ruangan lainnya. Meskipun awalnya kerajinan bambu hanya diminati masyarakat di daerah pelosok, namun seiring dengan maraknya isu global warming di lingkungan masyarakat dunia, kini banyak orang yang tertarik menggunakan produk-produk ramah lingkungan untuk kehidupan sehari-hari mereka.

Sehingga tidak heran bila permintaan pasar kerajinan bambu kini semakin melonjak bahkan tidak hanya menjangkau kota-kota besar saja, tetapi juga sampai tembus pasar mancanegara. Peluang Usaha Konsumen Target pasar yang bisa Anda bidik antara lain konsumen rumah tangga yang biasanya didominasi oleh kaum ibu-ibu yang mencari peralatan dan perlengkapan rumah, masyarakat umum yang tertarik dengan hiasan unik dari bambu (seperti pigura, miniatur rumah bambu,  dll), serta hotel, restoran atau cafe-cafe yang membutuhkan furnitur serba bambu untuk mempercantik penampilan tempat usahanya.

Gambaran Bisnis Kerajinan Bambu

Saat ini para pengrajin bambu tidak hanya memproduksi aneka kerajinan untuk penghias ruangan saja, mereka mulai menciptakan inovasi baru kerajinan bambu yang lebih fungsional. Sebut saja kelompok usaha kerajinan Gapura Agung di Blitar, Jawa Timur yang mulai menciptakan satu set alat makan dari bambu (terdiri dari nampan bambu, gelas bambu, serta mangkok dan sendok dari tempurung kelapa). Selain itu ada juga Jatnika dari Cibinong, Bogor yang telah sukses melanglang buana berkat saung dan rumah bambu ciptaannya, bahkan sekarang ini Jatnika telah kebanjiran pesanan dari luar negeri, seperti dari Malaysia, Jeddah, serta Arab Saudi. Sangat menjanjikan bukan?
Bagi Anda yang tertarik menekuni bisnis kerajinan bambu, berikut ini kami informasikan cara sederhana yang bisa Anda praktekan langsung
untuk membuat kerajinan bambu berupa lampu hias.

Cara Membuat Bisnis Kerajinan Bambu

– Bambu berdiameter 10 cm
– Lampu 5 watt
– Kabel secukupnya
– Cat atau pelitur
– Cat poxy clear
– Semen
– Amplas.
Cara membuat :
  1. Pertama-tama pilihlah bambu yang cukup kering, dengan diameter sekitar 10 cm. Kemudian potong bambu tersebut dengan panjang kurang lebih 1,5 meter.
  2. Untuk menghaluskan permukaan bambu, amplas seluruh permukaannya dan tambahkan cat atau plitur agar permukaan bambu tersebut menjadi halus dan mengkilap. Tunggu sampai cairan plitur atau cat benar-benar kering.
  3. Langkah ketiga yaitu memilih salah satu ruas yang akan dijadikan dudukan lampu hias, pastikan ruas dudukan tetap utuh sedangkan ruas lainnya digergaji sebagian.
  4. Bila ruas atas bambu sudah digergaji, maka lakukan pengamplasan agar terlihat rapi dan bersih dari serbuk bambu.
  5. Tambahkan lubang di bagian tengah bambu untuk kabel.
  6. Untuk membuat dudukan, gunakan semen dan dicetak menggunakan ember kecil dengan ketebalan semen antara 7-10 cm.
  7. Untuk menambah kecantikan lampu hias, anda bisa menambahkan ukiran-ukiran pada bambu.  Setelah semuanya jadi, lakukan pengecatan
    ulang menggunakan cat poxy clear agar bambu semakin mengkilap.
  8.  Terakhir, lengkapi dengan kabel dan lampu. Kerajinan lampu hias dari bambu siap dipasarkan.

Kelebihan Bisnis Kerajinan Bambu

Disamping permintaan pasarnya yang masih terbuka lebar, menjalankan peluang bisnis kerajinan bambu terbilang sangat menguntungkan bagi para pelakunya. Melimpahnya potensi bambu di alam Indonesia secara tidak langsung memberikan keuntungan besar bagi para pengrajin, sebab harga jual bambu di pasaran masih sangat rendah, bahkan saat ini sebagian pengrajin ada yang sudah membudidayakan bambu di pekarangan rumahnya. Sehingga bisa dipastikan modal usaha yang dibutuhkan juga bisa ditekan.

Keuntungan yang kedua, memproduksi aneka bisnis kerajinan bambu termasuk salah satu peluang bisnis yang ramah lingkungan. Limbah bambu yang dibuang tidak berdampak buruk pada lingkungan sekitar sehingga tidak memicu adanya global warming. Hal ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengrajin, sebab maraknya himbauan anti global warming di lingkungan masyarakat dunia secara tidak langsung berpengaruh terhadap minat para konsumen. Kini mereka lebih tertarik menggunakan produk-produk yang tentunya ramah lingkungan dan memanfaatkan potensi alam.

Kekurangan Bisnis Kerajinan Bambu

Kendala bisnis kerajinan bambu yang sampai saat ini masih dihadapi para pengrajin bambu yaitu sulitnya mendapatkan bambu yang kualitasnya benarbenar bagus, baik dari segi ukuran maupun dari jenis bambu yang dibutuhkan. Selain itu, para pengrajin juga masih kesulitan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau serangan rayap yang bisa merusak produk kerajinan bambu (biasanya hama dan penyakit tersebut menyerang bambu yang usianya sudah cukup lama).

Karena itulah, dibutuhkan kerajasama dengan pemasok bambu agar persediaan bahan baku Anda bisa selalu terjaga. Sedangkan untuk mencegah hama dan penyakit pada kerajinan bambu, Anda bisa mencantumkan cara perawatan dan pemeliharaannya pada setiap produk kerajinan yang Anda jual. Jadi, konsumen tidak perlu ragu lagi untuk membeli produkproduk yang Anda tawarkan.

Pemasaran Bisnis Kerajinan Bambu

Untuk memasarkan produk bisnis kerajinan bambu, Anda bisa memanfaatkan teknologi internet guna menjangkau peluang pasar yang lebih luas. Melalui blog, website, atau situs jejaring sosial, Anda bisa menginformasikan produkproduk buatan Anda kepada masyarakat luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Melalui jaringan internet, kini Anda tidak perlu mengkhawatirkan lagi batas pemasaran produk Anda. Masalah jarak dan waktu bisa terbantu dengan adanya pemasaran secara online yang semakin memudahkan Anda untuk menjangkau konsumen selama 24 jam non-stop di berbagai belahan benua Strategi pemasaran lainnya yang bisa Anda jalankan yaitu menciptakan diferensiasi produk untuk memenangkan persaingan pasar.

Strategi ini bisa Anda lakukan dengan cara meningkatkan kualitas produk Anda atau menciptakan inovasi desain produk yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan begitu, produk Anda memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki para kompetitor Anda, sehingga pintu peluang untuk memenangkan persaingan pasar semakin terbuka lebar.

Kunci sukses Bisnis Kerajinan Bambu

Adanya kreativitas dan inovasi dalam menciptakan sebuah karya menjadi kunci kesuksesan bagi Anda untuk menjalankan usaha kerajinan bambu. Semakin kreatif ide yang Anda ciptakan dan semakin inovatif produk yang Anda hasilkan akan memperbesar peluang bagi bisnis Anda untuk menuju pintu kesuksesan. Jadi, hindari pembuatan produk yang monoton (itu-itu saja) dan kembangkan ide segar Anda untuk mendatangkan omset yang lebih besar.



sumber http://gresik.co/ilmu-bisnis/potensi-dan-analisa-bisnis-kerajinan-bambu

Kreasi Plat Besi, Ceruk Bisnis yang Menguntungkan

\Kreasi Plat Besi, Ceruk Bisnis yang Menguntungkan\
 JAKARTA - Ide, inovasi dan kreasi bagi masyarakat Indonesia sepertinya tidak pernah habis. Selalu saja muncul produk dengan kreasi yang baru dan unik menghiasi industri kerajinan tangan khususnya di level usaha kecil dan menengah (UKM). Siapa sangka ternyata plat besi bisa dikreasikan menjadi pajangan untuk mempercantik rumah.
Lama berkecimpung di bisnis kerajinan dekorasi interior selama delapan tahun, tak membuat Mulyadi kehabisan ide untuk memunculkan produk baru. Sekira tiga tahun yang lalu, pemilik toko Exclusive Desain ini, menemukan ide tersebut dari salah satu temannya di Bali yang iseng membuat hiasan dari plat besi.


Melihat potensi dari produk tersebut, tanpa pikir panjang Mulyadi langsung menjaga temannya tersebut untuk memproduksi lebih banyak sebagai produk tambahan di Tokonya yang berlokasi di salah satu mal di Jakarta.

"Orang Bali itu memang banyak sekali ide-ide yang menarik. Saya lihat bagus, kita coba untuk dikembangkan," kisah Mulyadi kepada Okezone beberapa waktu yang lalu di Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, kreasi-kreasi dari produk berbahan dasar plat besi itu bermunculan. Mulai dari hiasan dinding berbentuk hewan, daun pepohonan, bunga, hiasan cermin dan masih banyak lagi. Produk-produknya juga tersedia dengan beragam warna yang semakin mempercantik hiasan tersebut.

Namun, Mulyadi mengatakan, hiasan plat besi tersebut harus ditempatkan di dalam rumah. Selain menjaga agar tidak terkena air yang menyebabkan munculnya karat, tapi juga produk tersebut akan semakin cantik jika terkena pantulan cahaya dari lampu.

Produknya tersebut dibanderol mulai dari Rp500 ribu hingga seharga Rp6,5 juta. tergantung dari tingkat kesulitan produk tersebut.

"Paling mahal itu hiasan dinding berukuran 120 cm per segi. Selain ukuran, tingkat kerumitan pembuatannya juga menentukan," imbuhnya.

Selain dijual di tokonya, Mulyadi juga rajin memperkenalkan produk unik tersebut dengan mengikuti beragam pameran yang biasanya diselenggarakan di pusat keramaian. Dalam satu kali pameran, dirinya mengaku bisa meraup omzet hingga Rp100 juta lebih. Namun sayangnya dirinya enggan mengungkapkan berapa omzet keseluruhan serta profit yang didapat.

"Kalau omzet ke seluruh saya kurang hafal. Tapi kalau ikut pameran, produk saya yang plat besi ini memang lebih laris dibanding produk saya yang lainnya," ujar sambil tersenyum.

Kedepan, dirinya mengaku tetap akan memperkenalkan produk tersebut hanya dengan melalui pameran-pameran produk kreatif yang diikutinya. Dirinya juga sangat ingin merambah pasar ekspor. Namun untuk ekspor Mulyadi mengaku masih akan menyempurnakan produk uniknya itu.

"Mungkin harus dibuat lebih simple. Selama inikan produk-produknya masih terbilang besar, jadi sedikit sulit untuk dibawa. Maunya saya sih ingin dibikin simple, jadi mungkin bisa dipecah kemudian bisa dipasang sendiri gitu, seperti puzzle. Kalau bisa dibikin knock down, biar gampang dibawanya," pungkasnya.




sumber http://economy.okezone.com/read/2015/04/15/320/1134547/kreasi-plat-besi-ceruk-bisnis-yang-menguntungkan

8 Ide Kerajinan Daur Ulang Kaleng Bekas Susu

kerajinan daur ulang kaleng bekas
Di negeri kita ini, mudah sekali kita menemukan berbagai produk olahan susu. Dari berbagai olahan susu yang mungkin paling banyak di konsumsi dalam berbagai bentuk selain minuman susu itu sendiri adalah susu kental manis (SKM).

SKM biasa di gunakan sebagai penghias dari makanan seperti roti hingga jus, karena itu berbagai merk besar pemain susu juga mengeluarkan produk olahan, baik SKM maupun susu bubuk dalam berbagai merk. Kemasan yang biasa di gunakan adalah kemasan kaleng, boleh dibilang SKM identik dengan kemasan kaleng. Meski susu bubuk juga memiliki kemasan kaleng, yang tentunya dalam ukuran yang lebih besar.

Pada ulasan kali ini kita akan mencoba untuk membedah kerajinan daur ulang kaleng bekas susu yang pasti bisa mudah kita temukan di berbagai belahan Indonesia. Jika mungkin kita biasanya hanya membuang kaleng susu yang sudah tidak terpakai, maka alangkah bijak jika kita mulai bergerak untuk memanfaatkan benda yang bisa dianggap limbah rumah tangga tersebut menjadi berbagai kerajinan dari kaleng bekas yang ramah lingkungan. Demikian kita bisa turut serta dalam gerakan go green dan juga menciptakan hal yang berguna dan malah bisa menghasilkan uang.
 
Berbagai kerajinan daur ulang kaleng bekas susu berikut adalah di pilih dengan kecocokan dan kemudahan membuat di sekitar kita. Mari kita lihat seperti apa saja jenis kerajinan dari kaleng bekas yang menarik dan dapat di gunakan dalam kehidupan sehari hari ini.

Tempat menaruh minuman di taman


Sore hari akan terasa menyenangkan jika kita dapat bersantai di halaman rumah, di lengkapi makanan kecil, kursi malas dan kreasi kaleng bekas susu yang di manfaatkan menjadi tempat menaruh minuman di taman ini bukan?

Tempat pensil unik


Tempat pensil dan utilitas untuk menulis ini akan semakin terlihat unik ketika terbuat dari daur ulang kaleng bekas di bungkus kertas kado yang lucu.

Lilin kaleng


Kreasi lilin memang tiada habisnya, di padukan dengan kaleng bekas ini semakin menjadikan lilin ini terlihat cantik, seperti lilin Bali yang kini semakin menjadi andalan ekspor pulau dewata.

Taman pot gantung


Tanaman berbunga kecil seperti jenis baby breath ini akan semakin terlihat cantik di dalam taman pot gantung yang memanfaatkan kaleng bekas sebagai potnya.

Tempat lilin gantung



Ketika anda ingin merasakan suasana temaram yang romantis, anda bisa memanfaatkan kaleng bekas susu yang berukuran cukup besar. Dengan memadukan tali, kaleng bekas susu dan lilin, anda akan dapat merasakan sensasi rumah yang berbeda dari biasanya.

Lentera taman

Kaleng bekas dalam berbagai ukuran juga dapat di gunakan menjadi lentera cantik yang dapat anda pasang di taman anda, untuk menambah istimewa pesta taman misalnya.

Organiser pernak pernik


Jika tadi kaleng bekas telah di manfatkan menjadi tempat pensil, maka kali ini menjadi organiser yang diletakkan di dinding untuk mengatur pernak pernik dengan rapi.

Tempat pita

 
Jika biasanya kita menaruh pita dalam perangkat menjahit dan akan susah untuk menggulungnya kembali, maka tempat pita dengan lubang yang dilapisi rivet ini akan dapat mempermudah hidup anda ketika berurusan dengan gulungan pita.
Cantik cantik bukan? Mungkin kini kita harus berpikir dua kali untuk segera membuang kaleng bekas susu, karena ternyata ada banyak ide kerajinan daur ulang kaleng bekas yang dapat kita buat di rumah. Selain kerajinan daur ulang yang memanfaatkan kaleng bekas susu, simak juga kerajinan dari kaleng bekas yang lain menjadi miniatur Vespa dan replika hewan.




sumber http://www.kerajinan.id/1831/8-ide-kerajinan-daur-ulang-kaleng-bekas-susu.html

Pemanfaatan Limbah Kaca Menjadi Produk Berharga

Memanfaatkan limbah kaca, Surya Citra Mozzaic memproduksi berbagai macam produk kerajinan daur ulang yang menggunakan limbah kaca. Usaha kerajinan limbah kaca ini dirintis oleh Suyanto (50) bersama dengan sang istri Praptina sejak 4 tahun yang lalu.
Mulanya Suyanto adalah seorang karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan eksport import. Ia bekerja di perusahaan tersebut selama 17 tahun hingga akhirnya perusahaan tempat Ia bekerja mengalami kemunduran. Disana Ia mendapatkan banyak ilmu pengetahuan serta pengalaman sehingga setelah mengundurkan diri dari tempat kerjanya Ia memutuskan untuk berwirausaha.
Suyanto bersama sang istri mulai merintis bisnis kerajinan limbah kaca tersebut pada pertengahan tahun 2010, tepatnya di Daerah Semoyan, Bantul. “Meskipun hanya dengan pengalaman yang sebentar saja saat ikut serta membuat produk sejenis yang dipesan oleh pembeli dari Jepang, namun kami memperoleh inspirasi yang kuat dan makin yakin untuk memutuskan memulai bisnis kerajinan mozzaic kaca sendiri,” ujarnya.

Hanya dengan modal yang relatif kecil, Suyanto dan istri memberanikan diri untuk membuka usaha pembuatan kerajinan mozzaic kaca dengan brand Surya Citra Mozzaic. Tak perlu waktu lama bagi Suyanto untuk memperkenalkan kerajinan mozzaic tersebut. Dari yang awalnya Ia hanya memproduksi kerajinan mozzaic dari limbah kaca, kini Suyanto beserta istrinya mulai membuat mozzaic kayu dan juga mozzaic kulit telur.

Ditanya mengenai alasannya memilih usaha kerajinan limbah kaca ini, Suyanto mengaku selama ini pelaku bisnis keraijinan mozzaic ini dinilai masih cukup sedikit sedangkan pasarnya masih sangat terbuka lebar. Meskipun produk kerajinan ini tidak dapat diproduksi dalam waktu singkat, namun pangsa pasar untuk produk kerajinan Surya Citra Mozzaic ini sudah menjangkau berbagai daerah seperti Yogyakarta, Jakarta, Banten, hingga Aceh.

Usaha yang dilakukan Suyanto untuk memperluas pangsa pasarnya adalah dengan cara sering mengikuti pameran-pameran kerajinan diantaranya Pekan Raya Jakarta, pameran UKM di JEC, Epicentrum dan Kementerian Perindustrian. “Pembeda produk kerajinan yang dihasilkan Surya Citra Mozzaic dengan pengusaha lainnya bisa dilihat dari karakter produk, motif produk dan cara pembuatannya,” ungkap pengusaha kerajinan tersebut.

Kerajinan Limbah Kaca Semakin Beragam

PEMANFAATAN LIMBAH KACA JADI PRODUK BERHARGA

Sampai saat ini jenis produk yang telah diproduksi Surya Citra Mozzaic diantaranya cermin, figura, tempat tisu lipat, tissue box, vas bunga, guci, kaligrafi, tempat aroma terapi, tempat sabun cair, tempat aroma terapi dan masih banyak lagi lainnya. Jika pelanggan menginginkan motif dan bentuk yang berbeda, mereka juga bisa membuatnya sesuai pesanan. Namun usaha ini sepenuhnya merupakan sebuah kerajinan tangan atau handmade sehingga tidaklah mungkin pesanan dalam jumlah yang sangat besar. Demikian juga dengan corak mozzaic yang dihasilkan tentunya tidak bisa sama persis.

Produk kerajinan yang dihasilkan oleh Suyanto ini memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Meskipun demikian, harga jual yang dipatok untuk setiap produknya masih relatif terjangkau. Misalnya saja tempat tisu lipat dijual dengan harga Rp 50 ribu, cermin Rp 200-500 ribu, guci dan vas bunga Rp 60-700 ribu, tisu box Rp 110 ribu, figura Rp 70-350 ribu, tempat aroma terapi Rp 125 ribu, gapura pengantin dijual dengan harga Rp 6 juta hingga Rp 10 juta rupiah.
Dalam menjalankan usahanya, kendala yang dialami Suyanto adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM) sedangkan kapasitas produksi cukup banyak. “Kami juga terkendala dalam mempromosikan produk serta dalam menyusun bisnis plan sehingga usaha kami bisa menghasilkan keuntungan yang lebih memuaskan lagi,” jelasnya.

Sejak beberapa waktu yang lalu, Suyanto sudah mulai merambah pola pemasaran online dan juga aktif membangun jaringan komunitas. Bagi pelanggan yang membeli produk atau memesan produk dari Sury Citra Mozzaic secara online, mereka harus membayar uang muka sebesar 30-50% terlebih dahulu dan sisanya dapat dibayar saat mereka mengambil barang. Seluruh desain produk yang mereka hasilkan selama ini masih dikejakan sendiri oleh Suyanto dan istrinya yaitu Praptina. Untuk lebih mengenalkan produknya kepada masyarakat luas, Suyanto juga membuka showroom di XT Square Yogyakarta tepatnya di gedung Markayam.

Mozzaic limbah kaca Bahan baku yang digunakan untuk membuat kerajinan mozzaic tersebut antara lain limbah kaca, triplek, kaca, gerabah, lem kaca, cat kaca, semen putih, plitur, cat tembok, reng kayu serta ukiran dari batu sebagai wadah untuk aroma terapi. Agar mendapatkan cita rasa seni yang tinggi melalui hasil karyanya sendiri dan bukan mesin, maka peralatan yang digunakan untuk membuat kerajinan ini cukup sederhana. Peralatan yang dibutuhkan diantaranya adalah gergaji, pemotong kaca, gergaji siku, bor listrik, sender (alat amplas), gunting dan juga cutter.

Suyanto mengaku motivasi terbesar yang mendorongnya menjalankan usaha kerajinan mozzaic ini karena melihat banyaknya limbah dilingkungan sekitar yang tidak terkelola dengan baik. “Limbah atau sampah yang tidak dikelola dengan baik pastinya nanti akan menimbulkan masalah yang sangat besar dan berdampak pula bagi kehidupan manusia. Dalam hal ini terutama limbah kayu dan juga limbah kaca, alasan itulah yang memotivasi saya untuk membuat kerajinan dari limbah-limbah tersebut,” jelas Suyanto.

Kedepannya, Suyanto beserta istri berharap agar usahanya Surya Citra Mozzaic bisa maju dan dapat membuka lapangan pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan keluarga. “Kami juga mengharapkan agar usaha ini mendapatkan support dari pemerintah sehingga masyarakat akan lebih suka menggunakan produk-produk local,” ujarnya mengakhiri pertemuan kami.





sumber http://bisnisukm.com/pemanfaatan-limbah-kaca-menjadi-produk-berharga.html

Kerajinan Pasir Berbuah Rupiah

 
Tak banyak masyarakat Indonesia yang tahu Kepulauan Simeulue. Tsunami dahsyat yang menerjang provinsi Aceh 2004, lantas menguak kisah masyarakat Simeulue yang terhindar dari bencana alam tersebut yang konon katanya, masyarakat setempat sudah terlatih cara menghadapi tsunami berdasarkan petuah turun temurun dari nenek moyang mereka. Kepulauan Simelue yang dikenal sebagai penghasil lobster kualitas ekspor ini bisa dicapai dengan menumpang kapal feri dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Potensi alam dan wisata di kepulauan ini sendiri tak kalah dengan Pulau Weh, Sabang, Aceh yang sudah kesohor. Itu sebabnya, wisatawan lokal dan mancanegara pun banyak pula yang berkunjung ke Simelue. Ummi Kulsum, gadis kelahiran Simeulue yang menjadi finalis Wira Usaha Muda Mandiri Tingkat wilayah I Sumut-Aceh untuk kategori bidang kreatifitas ini rupanya cukup jeli membaca peluang usaha dari ramainya kunjungan wisatawan ke daerahnya.

Berbekal hobi membuat aneka kerajinan tangan, di tangan gadis cantik ini pasir yang terhampar di sepanjang pantai Simeulue menjadi souvenir unik khas Simeuleu yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bahkan produk kerajinannya sudah dikirim ke berbagai kota di tanah air. Kaleng dan kardus bekas, patahan ranting bahkan daun kering pun bisa jadi barang bernilai ekonomis di tangan alumnus Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala ini.

Kondisi geografis Kepulauan Simeulue yang cukup terpencil tak membuat kreatifitas Ummi terhambat. Bayangkan saja, untuk mencapai pulau ini dulu harus mengarungi samudera selama 7-8 jam dari daratan Aceh ke Sinabang maupun sebaliknya. Syukur saja baru-baru ini, seperti dilansir dari situs berita Serambi Indonesia, terhitung 26 Maret 2016 lalu waktu tempuh ke kepulauan Simeulue bisa 3,5 jam dengan mulai beroperasinya layanan kapal cepat.

Sebagai alumnus perguruan tinggi, Ummi awalnya masih dihinggapi penyakit gengsi. Gengsi mengumpul dan memilah-milah barang-barang bekas. Apalagi kedua orangtuanya yang cara berpikirnya masih kental dengan kultur orang Indonesia kebanyakan yaitu menganggap Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah jenjang karir paling keren dan terbaik bagi anak-anaknya. Namun Ummi pun membuktikan bahwa dengan kesungguhan menekuni bisnis kerajinan sejak 2012 lalu ia pun bisa menghasilkan rupiah. Bermodal Rp 3 juta saat memulai usaha, kini omzet Ummi bisa mencapai Rp 10 juta sampai Rp 17 juta per bulan. Omzet itu bisa naik dua kali lipat saat menjelang Lebaran maupun saat mengikuti pameran.

Meski omzetnya belum terlalu besar, Ummi Kalsum menyimpan mimpi besar. Ummi menargetkan pasarnya bisa semakin luas dan bisa buka toko galeri di daerah lain.

Fokus di usaha ini jadi langkahnya untuk bisa sukses, bahkan ia berencana lebih memanfaatkan bahan pasir untuk dibuat beragam kerajinan lain seperti menerapkan ukiran pasir di produksi mebel. Ia optimis dengan ketekunan dan kemauan untuk selalu mengasah ide kreatif akan membuat usahanya makin berkibar ke depannya.


sumber http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/05/15/233907/kerajinan-pasir-berbuah-rupiah/#.WTa7Y9yZHDc