Anda penyuka product kerajinan serat alam,
serta tengah bertandang ke Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta? Luangkan
singgah ke Desa Salamrejo di Kecamatan Sentolo. Disana ada beberapa
ratus warga sebagai perajin serat alam. Dari tangan mereka lahir
bermacam kerajinan cantik, seperti dompet, tas, topi, sampai furnitur.
Hasil kerajinan warga itu dipajang di beberapa puluh kios yang berjejer di selama jalan desa itu.
Walau cukup jauh dari pusat kota
Yogyakarta, namun lokasi sentra cukup gampang didapati. Dari pusat kota
di Wates, Anda cuma butuh menyusuri Jalan Wates menuju arah Kabupaten
Kulon Progo. Lalu, seputar tiga km dari perbatasan Yogyakarta serta
Kulon Progo, Anda bakal disambut suatu plang bertuliskan : Sentra
Produksi Kerajinan Serat Kulon Progo. Inilah lokasi beberapa perajin
bermukim, lakukan aktivitas produksi, sekalian jual hasil karya mereka.
Kesibukan di sebagian kios memang sering
tampak sepi. Salah seseorang perajin, Joko Santoso (45) menjelaskan,
memanglah tidak sering tamu yang segera beli kerajinan di kios. ”
Rata-rata konsumen telah order lewat telephone atau surat elektronik, ”
katanya.
Berbarengan istrinya, Joko mulai
melakukan bisnis kerajinan serat alam dari 1990-an. Lalu, untuk menarik
semakin banyak konsumen, ia membangun kios yang memajang bermacam
kerajinan itu pada 2010. “Sebenarnya, dari th 1970-an, Sentolo telah
populer untuk sentra kerajinan serat alam, ” klaim Joko.
Adapun, bermacam serat yang digunakan
untuk bahan baku kerajinan yaitu serat eceng gondok, agel (pohon
gebang), rotan, daun pandan, sampai pelepah pisang.
Joko jual product kerajinan berbentuk
tas, topi, sarung bantal, dompet, kursi, juga kalung dari serat agel. Ia
membanderol harga Rp 10. 000 – Rp 750. 000 per item product. Dari usaha
ini, Joko dapat memperoleh omzet Rp 25 juta – Rp 30 juta per bln.
Perajin serat alam yang lain, Dian Ayu
(39) menyebutkan, ketrampilan menghasilkan kerajinan serat alam di
Sentolo telah berjalan turun temurun. Ia mengakui, telah mahir bikin
kerajinan memiliki bahan serat alam dari SMP. Lalu, sesudah lulus SMA,
ia mengambil keputusan melakukan bisnis kerajinan serat, lantaran
potensinya cukup tinggi.
Tidak jauh lain dengan perajin serat
alam yang lain, Dian jual product kerajinan dari beragam tipe
serat,
seperti agel, eceng gondok, mendong, serta daun pandan. Produknya
bermacam, dimulai dari tas, dompet, sarung bantal, kursi, tikar, keset,
serta topi.
Beragam product itu di bandrol harga
mulai Rp 15. 000 sampai Rp 1 juta per item. Ibu dari dua orang anak ini
katakan, bila tengah banyak order, ia sempat memperoleh omzet sampai Rp
50 juta satu bulan. ” Namun, bila dirata-ratakan, omzet saya seputar Rp
20 juta per bln., ” katanya.
Ia mengakui, dapat mengantongi keuntungan bersih seputar 20% – 30%.
Tidak ada komentar:
Write komentar